Anita Sari Sukardi

"Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap ada di bumi."
(Penggalan QS. Ar Ra'd : 17)





Hey guys. Are you need a job? Are you love coding? Try to submit your CV to me. Join with me to benefit your life. If you have any question, please ask me on phone/whatsapp +62 85 689 80008 or mail anitasari.sukardi@gmail.com



Bandung, 15 Mei 2018 | © www.anitasarisukardi.com
Image Source: Office Album



Ramadhan is coming, and we're all in a battle

Alhamdulillah ramadhan is coming. Lalu sudah siapkah jiwa kita menyambutnya? Sudahkah raga kita siap untuk menyambutnya?  Jika belum lalu bagaimana? Yasudah jalani saja. Usahakan yang terbaik untuknya.

Bersyukur adalah salah satu cara berterima kasih kepada Allah yang menghendaki kita sampai pada bulan yang penuh berkah ini.

Di sini saya mempunyai ebook ramadhan planner yang boleh di-download dengan gratis, sehingga dengan adanya ebook ini kita bisa semakin maksimal menjalani puasa kali ini.



Bandung, 15 Mei 2018 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Google Album
H-2 goes to Ramadhan 1439 H


Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”
(QS. Luqman : 13) 

Kita akan bertanya "Bagaimana Pendidikan dari orang-orang hebat? Salahuddin Al Ayubi atau Rasulullah?".

***

Jika kita belajar mendalam bagaimana orang-orang hebat itu hadir, maka akan kita temukan bahwa di belakang orang tersebut maka terdapat orang-tua yang begitu hebat dan tangguh.

Orang tua harus memberikan pendidikan kepada anak secara tepat. Dalam parenting nabawiyah terdapat tiga dasar pendidikan anak yang harus diajarkan orang tua kepada anaknya dengan syarat orang tua pun harus paham betul dan terpatri dalam dirinya dasar pendidikan tersebut.

3 Dasar pendidikan anak antara lain:

  1. Tauhid
  2. Mengesakan Allah hingga terbentuk konsekwensi akan pengtauhidan dalam diri.

  3. Kalimat yang lurus
  4. Setiap kata yang terlontar dari mulut adalah suatu kejujuran, tanpa ada satu hal pun yang ditutup-tutupi atau disembunyikan, meskipun menyakitkan. Namun harus menggunakan perkataan yang baik dan pantas.

  5. Syukur
  6. Senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan kepada hambanya, nikmat dalam ukuran apapun. 

Jakarta, 4 April 2018 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Google Album

Hati ini saling terpaut tanpa pernah mengerti
Cukuplah Allah dan Rasul menjadi muara cinta kami
Semoga akad mengikat kami dalam keberkahan dan kebaikan
Sakinah ma waddah wa rahmah senantiasa bersama dan menjaga kami
Surga menjadi pelabuhan terakhir kami

Riyan & Anita

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah pemilik semesta alam. Alhamdulillah Boyolali, 10 Maret 2018 saya telah resmi menjadi istri Nurindriyan Bintang Pamungkas. Tak ada kata lain yg bisa mendiskripsikan perasaan saya kecuali Alhamdulillah.

Perjalanan kami terhitung amat panjang. Singkat ceritanya ada di postingan #riyanitawedding Hehehe. Detailnya rahasia dong. Jangan terlalu kepo ye, karna masing-masing manusia punya cerita hidupnya sendiri tergantung bagaimana ia membuatnya bahagia.

So then, saya di khitbah 17 Desember 2017 dan 10 Maret 2018 saya menikah. Singkat ya waktunya. Lalu bagaimana persiapannya?

Mungkin dari sekian banyak calon pengantin, saya termasuk 10 persen yang mengalami sindrom penurunan berat badan yang drastis. Kalau yang lain biasanya baju nikahan menjadi sesak, berbeda dengan saya yang baju nikahan semakin melebar. Yah saya sukses turun 7kg mejelang 1 bulan pernikahan. Sisanya? Jangan tanya, karena takut semakin menurun saya tidak menimbang berat badan saudaraaa.

Lalu kalian pasti bertanya-tanya, how? how? how? Jangan tanya saya, karna saya juga tidak tahu. Saya nyaris tiap hari makan di jam krusial (10pm or lebih) malah. Lalu? Kalau dari segi analisis sih sepertinya fikiran. Apa yang saya fikirkan? Entahlah.

Nah lanjut, dari persiapan waktu yang begitu singkat itu banyak suka-duka nya memang. Saya ini anaknya ga bisa diem, penuh imajinasi, kreatif jadilah konsep acara pernikahan ini saya rancang sendiri dan usahakan sendiri dari A-Z. 

Undangan, baju pernikahan, mahar dan seserahan, dekorasi tambahan acara, buku tamu, souvenir tamu undangan, souvenir anak yatim, dan lain-lain adalah buah karya saya pribadi (ide dan pembuatannya).

Keberkahan adalah tujuan yang saya inginkan, maka pernikahan ini diusung dengan sederhana namun berkesan (Simple makes perfect). 

Akad, waktu itu saya entah kenapa saya ingin menikah di Masjid Ageng Boyolali. Masjid ini tergolong masjid paling besar di Boyolali yang baru di bangun beberapa dekade lalu.halaman masjid yang super duper besar membuat saya makin terpesona dengan masjid ini. Masjid ini milik pemerintah kabupaten. Awalnya saya merasa hopeless bisa akad di sana. Namun alhamdulillah dengan pertolongan Allah, abah saya berhasil membooking masjid itu untuk akad pernikahan kami.

Masjid Ageng Boyolali

Selanjutnya konsep syukuran, waktu itu saya hanya ingin setelah akad hanya mengadakan syukuran ala kadarnya (makan-makan di restoran atau di resto saja) dan mengundang beberapa anak yatim. Lalu acaranya tidak perlu ribet-ribet sehingga tidak merepotkan banyak orang. Alhamdulillah rencana ini didukung oleh abah, abah setuju dengan konsep yang begini. Abah yang memberikan pilihan tempat kepada saya, dan kemudian saya langsung terpesona dengan tempat nikah yang begitu njawani, klasik nan elegan. Pas banget dengan keinginan saya. Lalu untuk menu makanannya abah yang menentukan.

Printilan lain semisal perias, musik, dekor tempat pada akhirnya saya mengikuti vendor pilihan abah, agar tak lebih banyak drama yang terjadi tentunya. Vendor yang kami pilih adalah vendor yang dulu pernah menjadi perias pernikahan kakak saya pada tahun 2003. 

Syukur yang tak terkira adalah ketika vendor-vendor ini paham betul maksud saya. Haha. Dalam segi rias, mungkin saya termasuk ribet namun alhamdulillah vendor (aka mba yudit) saya maklum. Untuk video dan photo kami saat itu pasrah saja sama mba yudit. Dan datanglah mas leo dan tim-nya yang super duper kece. 

Pernikahan ini sangat berarti buat saya, saya sangat merasa special. Meskipun terbilang pernikahan yang diadakan jauh sekali dengan pernikahan kakakku (super mewah dan megah), yang berhasil membuat tak cuma satu dua anggota dari keluarga besar yang menangis, cibiran beberapa kluarga tetangga yang pasti ada. Tapi yang pasti adalah abahlah yang menikahkanku secara langsung kepada mas, abah yang menghantarkanku sendiri ke pintu pernikahan ini.

Jika suatu ketika aku tak sanggup berdiri dengan tegak, aku akan mengingat bahwa aku adalah anak paling beruntung yang abah sendirilah yang menikahkanku dengan calon suami yang aku pilih karena Allah, akhlak, agama, dan ibunya.

*Memories*

Undangan Pernikahan #riyanitawedding


Mahar Box

Seperangkat Alat Solat - Seserahan

Souvenir Tamu Undangan

Souvenir 1 - Anak Yatim

Gaun Pernikahan Anita Sari Sukardi

Prosesi Akad Nikah

#riyanitawedding

#riyanitawedding

Acara Melepas Balon Untuk Seru-seruan Bersama

Jakarta, 28 Maret 2018 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Personal Album


#RIYANITABERSENYAWA 
Saturday, 10th March 2018

Hati ini saling terpaut tanpa pernah mengerti
Cukuplah Allah dan Rasul menjadi muara cinta kami
Semoga akad mengikat kami dalam keberkahan dan kebaikan
Sakinah ma waddah wa rahmah senantiasa bersama dan menjaga kami
Surga menjadi pelabuhan terakhir kami

Riyan & anita


Nurindriyan Bintang Pamungkas
Anak pertama dari Alm. Pak Bintang & Bu Nur. Biasa dipanggil dengan Riyan.
"Success is only option, Be with someone who brings out the best in you. Everyone makes mistakes" kutipnya dalam account istagram.

Anita Sari
Anak ragil (terakhir) dari pernikahan Pak Kardi & Bu Pini.
Say, “Surelymy prayer and my sacrifice, my life, and my dying, belong to Allah, the Lord of the world-dwellers.” (QS. Al-An'am : 162). Salah satu ayat al quran yang membuat gadis ini selalu percaya bahwa dia harus berusaha menjadi gadis yang baik untuk Allah dan Rasulnya. 

   KISAH
2009. Kisah ini bermula. Laki-laki kurus, bertampang pas-pasan, dan dengan pembawaan malu-malu kucing itu tiba-tiba menghampiri gadis kecil, ceria, supel, yang cukup hits di kalangan STM 1 Solo (Wajar, karena wanita hanya 10% di sekolah) seusai jam pelajaran sekolah di ruang Lab Komputer seraya ingin berkenalan. "Mba boleh minta nomor teleponnya?"

2010. Laki-laki itu memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Politeknik Telkom. Tempat di mana gadis itu juga belajar. Barang kali ia mengejar gadis itu, namun entahlah. Cukup lama Allah memberikan jarak untuk mereka. Mereka belajar tentang kehidupan dengan cara dan kisahnya masing-masing. Hati mereka saling terpaut tanpa pernah mengerti.

2017. Tiba-tiba ada pesan yang tidak biasa masuk ke ponsel gadis itu dari sang lelaki.
17 Desember 2017 "Akhiri atau teguhkan". Tiba akhirnya gadis itu harus memutuskan. Hari itu menjadi jawaban doa sang gadis akan doa-doanya selama ini. Sebuah cincin bermata satu pilihan ibu laki-laki itu menjadi penanda bahwa gadis kecil itu adalah gadis yang dipilih untuk menjadi teman hidup, setelah sekian banyak wanita yang menghampirinya. Gadis itu tersenyum, seraya berkata "Terima kasih Ya Allah".

Menikah adalah separuh penyempurnaan dari penghambaan seorang umat kepada Allah.
Karena itulah pernikahan bukanlah hal yang remeh, yang sekedar menghalalkan dan mempunyai keturunan.
Pernikahan adalah salah satu gerbang besar kehidupan sehingga harus dipersiapkan sebaik mungkin,
dan dilaksanakan dengan ikhtiar terbaik sehingga Allah meridhai dunia dan akhirat.
Dan surga menjadi pelabuhan terakhir bersama.

***
Stepping a new stage of life together as a family,
they believe that it leads them to share more.
The two becomes one that will also strengthen their dream chasing journey.


#riyanitawedding


Undangan


Mendapatkan undangan itu berat, karena hukumnya wajib bagi kita yang menerima undangan. Kita wajib menghadiri undangan tersebut jika tidak ada uzur atau halangan yang syar'i untuk tidak datang atau menolak undangan tersebut. Maka bagi pengundang pun berat bebannya, karena harus mengetahui kadar kemampuan orang yang akan diundang.

Berikut adalah dalil yang menguatkan kewajiban memenuhi undangan.
Hak seorang muslim terhadap seorang muslim ada enam perkara.” Lalu beliau ditanya; ‘Apa yang enam perkara itu ya Rasulullah?’ Beliau menjawab: “Bila engkau bertemu dengannya, ucapkanlah salam kepadanya, bila dia mengundangmu, penuhilah undangannya.
(HR.Muslim)

Jika salah seorang di antara kalian diundang walimah, maka hadirilah.
(HR. Bukhari no. 5173 dan Muslim no. 1429)

Imam Ash Shan’ani rahimahullah menyebutkan, “Para ulama mengkhususkan wajibnya memenuhi undangan walimah dan semacamnya. Selain itu dihukumi sunnah. Karena untuk undangan walimahan diancam dengan suatu hukuman, sedangkan untuk undangan lainnya tidak demikian.” (Subulus Salam, 8: 133).

Namun ada pendapat lain yang menyebutkan bahwa mendapatkan undangan itu bersifat sunnah (Jumhur Ulama).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mempunyai tetangga seorang bangsa Persia yang pandai memasak. Pada suatu hari dia memasak hidangan untuk Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam. Setelah itu dia datang mengundang beliau. Beliau bertanya: “‘Aisyah bagaimana? orang itu menjawab: ‘Dia tidak!’, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kalau begitu aku juga tidak!”, orang ittu mengulangi undangannya kembali. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam bertanya: “‘Aisyah bagaimana?” orang itu menjawab: ‘Dia tidak!’, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kalau begitu aku juga tidak!” Orang itu mengulangi undangannya pula. Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam bertanya: “‘Aisyah bagaimana?” Jawab orang itu pada ketiga kalinya; ‘Ya, ‘Aisyah juga.’ Maka Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam pergi bersama ‘Aisyah ke rumah tetangga itu.
Hadst Anas

Jakarta, 8 Februari 2018 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Personal Album


Kita tak akan benar-benar bahagia sebelum kita mengenali diri kita sendiri.
(Anita Sari Sukardi)

Jujur dalam KBBI berarti a) lurus hati; tidak berbohong (misalnya dengan berkata apa adanya). b) tidak curang (misalnya dalam, dengan mengikuti aturan yang berlaku). c) tulus; ikhlas. Sudahkah kita jujur terhadap diri sendiri? Sudahkah kita jujur kepada orang lain?

Untuk kalian yang berani mengambil langkah, gue sangat saluuut karena bukan hal yang mudah untuk jujur terhadap diri sendiri, mungkin kita sering menjunjung tinggi kata itu. Namun tanpa sadar diri kita justru membohongi diri sendiri.

Termasuk gue. Sejauh ini ternyata gue adalah tipikal orang yang tidak ingin menyakiti hati orang lain, dan lebih memikirkan orang lain ditimbang diri sendiri. Akibatnya adalah gue sering kali sesak di hati, sering merasa tak adil atas semesta ini (*padahal mah memang diri sendiri yang membuat ulah). Beberapa waktu lalu, gue menulis tentang mimpi di akun instagram. "Mimpiku sederhana, bahagia!". Yah dari situlah gue mulai berdamai dengan diri sendiri, menghargai diri sendiri lebih baik lagi. Meskipun sejujurnya sebelum itu gue sudah mencoba, yang berbeda adalah kali ini adalah totalitas terhadap itu.

Dulu awalnya terasa memang sulit. Namun lambat laun gue terbiasa. Apa yang gue ga suka dari orang (*terdekat) akan gue bilang. Apa yang gue inginkan gue juga bilang ke orang yang bersangkutan. Apa yang gue ga suka dari orang lain juga gue bilang. Yang jelas apa yang gue lakukan adalah jujur terutama terhadap diri sendiri. Kalaupun orang lain tidak merespon, setidaknya gue sudah berusaha jujur.

Dampak positif yang gue dapatkan adalah gue bahagia atas apa yang telah gue lakukan, gue tidak menipu diri sendiri. Hati gue merasa lega, tenang. Sedangkan untuk dampak negatifnya, gue sih ga terlalu mikirin.

Percayalah, bahagia itu datangnya bukan dari materi atau dari orang lain. Melainkan dari diri sendiri. Maka belajar jujurlah pada diri sendiri tentang apa yang kamu mau dan kamu tidak suka. Jadikan diri menjadi orang yang lebih baik. Ketika pagi membuka mata, beryukurlah dan berterima kasihlah. Karena dirimu tidak meninggalkan dirimu.


Jakarta, 12 Januari 2018 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Personal Album


Siapkan seribu alasan untuk berhusnudzan dalam menghadapi ujian, sehingga kamu merasakan kenikmatan yang hakiki adalah buah dari kesabaran.
- Anita Sari Sukardi

Beberapa dekade ini secara tidak langsung, Allah mengajarkanku betapa berartinya sikap sabar dan hasil dari buah kesabaran merupakan nikmat yang hakiki.


Sabar itu tidak datang dari langit, karena sabar itu harus diperjuangkan.

Rasanya jika buah kesabaran itu adalah kenikmatan yang hakiki, maka menjalaninya pasti tidak mudah. Namanya juga ujian ya kan. Lalu apakah sabar itu harus melulu dengan ujian hidup yang selalu menderita? Tidak. Justru kesabaran ini menaungi kita dalam berbagai keadaan hidup. Entah senang ataupun susah. Sabar berkolaborasi dengan menahan diri, ikhlas, dan tawakal.

Apa yang kita niatkan dari awal ketika memutuskan suatu hal, maka jadikanlah itu sebagai penguat dalam kesabaran. Kalaulah kita kehabisan dalam bersabar, maka ingatlah bahwa kita punya seribu alasan untuk berhusnudzan. Jangan mengeluh atau mengutuki apa maunya Allah. Allah pasti punya rencana yang baik untuk kita. Bersyukurlah.

Jika boleh aku meminta, "Allah jadikan kesabaran menjadi salah satu akhlak yang akan membawaku ke pintu surga-Mu"

Tertanda aku yang sedang berjuang, belajar tentang arti sabar, bersabar dengan keadaan, bersabar dengan semua yang aku punya, bersabar dengan masa depan yang masih tanda tanya, dan tentu saja bersabar dengan berbagai macam perasaan.


Jakarta, 29 Januari 2018 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Personal Album