Anita Sari Sukardi

"Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap ada di bumi."
(Penggalan QS. Ar Ra'd : 17)
Related image
Communication

#SerialLiqo
Dalam hidup bermasyakat komunikasi menjadi point utama. Komunikasi memegang peranan penting apakah hal yang disampaikan dapat diterima sehingga memberikan impact yang diharapkan, atau hal yang disampaikan hanya menjadi angin lalu.

Berikut ini adalah beberapa adab dalam berbicara kepada orang lain:
  1. Berbicara yang jelas
  2. Berbicara dengan jelas, sehingga pendengar memahami apa yang dibicarakan. Salah satu teladan yang bisa kita ambil dari sikap rasulullah adalah rasul sedikit berbicara (hanya mengeluarkan kata yang penting atau berfaedah).
  3. Berbicara dengan ungkapan sederhana.
  4. Tidak diulang-ulang kecuali ada hal yang ingin ditekankan.
  5. Ucapan harus bagus, tidak menggunakan bahasa yang kotor dan munkar (jahat).
  6. Meninggalkan pembicaraan yang bukan kepentingannya.
  7. Menahan diri dari ucapan jahat yang tidak membawa kemaslahatan.
  8. Maksudnya adalah jangan berdebat dengan para ahli kitab.
  9. Bersabat dalam berdialog dengan orang-orang bodoh atau jahil.
  10. Menjauhi tempat-tempat Kejahatan.

Adapun adab kita sebagai pendengar, adalah sebagai berikut:
  1. Diam & mendengarkan sehingga paham.
  2. Tidak memotong pembicaraan orang lain.
  3. Menghadapkan wajah kepada pembicara (selama masih dalam koridor syariah dan tidak berpaling darinya).
  4. Tidak menampakkan sikap yang berbeda.
  5. Tidak menampakkan diri bahwa kita lebih alim (berilmu).

Jakarta, 15 Oktober 2017 | ©www.anitasarisukardi.com
Speaker : Ustadzah Candrawati
Image Source : Unkown

Pantai Anyer

Pantai anyer menyisakan bukti akan sejarah Indonesia. Jalan Raya Pos atau Jalan Raya Anyer Panarukan adalah jalan raya sepanjang 1000 KM yang dibangun pada pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels (1809-1810). Sampai saat ini Jalan raya itu menyisakan sakit dan pilu yang mendalam. Karena sejarah mencatat Pembangunan jalan raya itu sangat kejam, banyak warga pribumi meninggal.

***
Sesampainya di laut ku khabarkan semuanya,
Kepada karang kepada ombak kepada matahari,
Tetapi semua diam, tetapi semua bisu,
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit,
Barangkali di sana ada jawabnya,
Mengapa di tanahku terjadi bencana,

Mungkin Tuhan mulai bosan,
Melihat tingkah kita yang selalu,
Salah dan bangga dengan dosa-dosa,
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita,
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang,
- Lirik by Ebiet G. Ade

Lagu yang tepat untuk tempat yang tepat. Kali ini adalah liburan saya ke Pantai Anyer. Liburan ini terhitung liburan tak terduga. Karena setelah menikmati senja di Pantai Ancol saya tidak mengagendakan liburan ke pantai.

Pantai Anyer

Travelling Ke Pantai Anyer
Bagi saya pantai adalah tempat yang membuat saya selalu terpukau, yah walaupun hanya tentang air dan langit. Tapi bagi saya sendiri pantai memberikan ruang sendiri dalam hati saya. Entah itu suasana bagus atau tidak.

Sunset di Pantai Anyer

Ada pepatah bilang "Adanya kamu, pasti ada suatu hal yang tersembunyi di dalamnya. Kamu yang akan memberikan manfaat atau kamu diberi manfaat olehnya atau bahkan keduanya". Perjalanan ini pula yang memberikan saya pemahaman lebih mendalam tentang "EGO".

Ego adalah sistem kepribadian yang bertindak sebagai pengarah individu kepada objek dari kenyataan dan menjalankan fungsinya berdasarkan prinsip kenyataan (Koeswara 1991: 33-34). Ego tampak sebagai pikiran dan pertimbangan (Ahmadi 1992: 152). Tugas ego adalah untuk mempertahankan kepribadiannya sendiri dan menjamin penyesuaian dengan alam sekitar (Bertens 2002: 71).

Saat itu kami mendapatkan masalah yang cukup seru. Dari masalah tersebut saya mampu menilai, bahwa begitu besarnya ciptaan Tuhan. Begitu kita terlalu kerdil untuk tidak mau menghamba kepadanya. Kami hanya beberapa orang, namun cara kami memandang dan menyelesaikan masalah begitu beragam. Ada si A yang bertahan dengan aturan perdunia bisnisan, ada B yang bertahan dengan emphaty yang besar. Ada lagi yang lain memandang kedua penalaran sikap di sisi tengahnya. Dan masih banyak lagi pendapat yang lain.

Lantas ego yang seperti apakah yang baik? Menurut saya pribadi tak ada ego yang terbaik, namun ego yang betul adalah ego yang kita sandarkan kepada mau-nya Tuhan, ridha-nya Tuhan. Dengan hal itu kita mampu bersikap sebagaimana menjadi manusia yang memberikan banyak manfaat, bukan menjadi manusia yang merusak dan menyakiti makhluk lain.


Jakarta, 10 Oktober 2017 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source:  Personal Album


Training for Trainer

Tiba-tiba undangan itu masuk ke whatsappku. Tanpa ragu akupun menyambut dengan suka cita undangan itu. Maklum karena materinya adalah Palestina.

Jangan pernah melewatkan kesempatan (amanah) karena barang kali kesempatan itulah yang membawamu ke pintu Surga-Nya.
- Anita Sari Sukardi
***

Sayangnya aku hanya bisa hadir satu hari. Namun satu hari saja membuatku sangat bersyukur, begitu juga peserta yang lain pastinya. Sebagian peserta adalah ibu-ibu yang usianya jauh lebih tua dari aku. Namun semangatnya Masyaallah.

Aku merasa begitu kecil, selain kalahnya semangatku dibanding peserta yang lain masih banyak hal yang perlu aku punya setelahnya. Aku harus belajar lebih banyak. Aku harus bermanfaat lebih serius dan konsisten. Dan aku harus memanfaatkan kemampuanku di bidang Information Technology ini.


Training for Trainers Palestine

Tak ada air mata yang sia-sia pada hari itu. "Kemenangan tak akan pernah digapai seorang diri, kemenangan akan terjadi jika Allah menginginkannya menang".  Kami berjuang bersama. Ikut andil bersama dalam kemenangan ini. Kemenangan yang tak akan lama lagi.

Apa yang akan berbeda dengan adanya kamu dalam kegiatan/acara ini? Mengapa kamu perlu ada? Mengapa kamu dan bukan orang lain sementara setiap orang di sini memiliki kesempatan yang sama?”
- Novioctavia
Dan aku percaya, pasti akan ada suatu hal baik yang akan terjadi. Meskipun kecil namun pasti. Berbahagialah karena Allah memilih kita berada di tempat ini, di detik ini.

Jakarta, 26 September 2017 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Adara & Personal Album


Berhijrah

Apabila ketika kamu mencoba memperbaiki diri, mulai belajar berhijrah lantas orang-orang di sekitarmu menolakmu atau butuh penyesuaian denganmu lantas apa yang akan kau perbuat?

 ***

Saya yakin bagi teman-teman yang berpadangan lurus atau yang mungkin mengabaikan manfaat dan kerugian di sisi sosial, akan menjawab dengan tegas "Tinggalkan - yakinlah dengan jalanmu sendiri saat ini". Namun berbeda jika dengan seseorang yang jiwa sosial tinggi dan tipikal pemikir, tipikal yang ini adalah yakin bahwa Tuhan akan memberikan jalan yang terbaik. Apa yang ia usahakan nantinya akan berbuah manis. Dia yakin bahwa setiap jiwa yang ada pada diri manusia akan kembali kepada fitrahnya. Hanya saja ia menunggu Tuhan menggerakkan.

Ada kutipan menarik yang sempat saya baca yang bisa menggambarkan pernyataan ke dua di atas, "Janganlah sampai hijrahmu tidak menjadi kebaikan untuk dirimu sendiri maupun orang lain. Jangan sampai hijrahmu hanya untuk terlihat baik di depan orang lain. Maka semakin berhijrah kita akan menjadi semakin bermanfaat". Indah bukan?

Namun ketika kita berada di posisi ke pernyataan ke dua di atas, selalu ingatkan pada diri untuk jangan pernah sampai tersungkur. Katakan kepada diri untuk memberi dateline sampai kapan harus menunggu di titik itu. Yakinlah apabila melewati dateline yang kita tentukan tidak ada yang berubah atau keadaan menjadi lebih buruk maka akan ada orang lain yang membawa kebaikan itu. Bukankah hidayah masing-masing orang hanya Allah yang punya? Bukankah Allah-lah satu-satunya pemilik hati.

Jakarta, 22 September 2017 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Unknown

Jika Dakwah Tidak Sampai Kepada Kita
"Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah kuridhoi Islam itu sebagai agamamu."

QS. Al Maidah: 3

***

Aku berfikir keras, kenapa Allah menjunjung tinggi agama ini (Islam). Kutemukan beberapa fakta dan aku pun menggabungkan benang-benang merah tersebut. 

Sungguh hanya kuasa Allah-lah jika pada agama ini terdapat sistem Riwayat. Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) riwayat adalah uraian tentang segala sesuatu yang telah dialami (dijalankan) seseorang; biografi. Tidak seperti agama lain, di agama Islam penuturan sebuah kisah harus jelas dari siapa, turun ke siapa secara jelas, berurut dan tidak ada celah misalnya "katanya".

Sistem riwayat tersebut tercatat secara rapi, apik dan dapat dipertanggung jawabkan. Semua hal-hal yang wajib dan sunnah secara logis ada penjelasan-nya. Semua hal telah diajarkan Allah melalui Rasulullah Muhammad. Dan inilah mengapa Islam diturunkan di Mekkah (Arab), di Arab cara penyampaian pesan dilakukan secara jelas, dan cermat.

Jauhnya Islam diturunkan, lantas aku mengandai-andai. Sekiranya dulu Allah tak pernah memenangkan Islam di muka bumi ini. Bagaimana Indonesia bisa mengenal Islam? Bagaimana saat ini aku bisa tahu apa itu Islam? Ah sesak rasanya.

Apa iya aku bakal bisa mengenal Allah dan rasul? Apa iya aku bisa menyayangi orang tuaku seutuhnya? Apa iya aku akan bisa membaca quran? Apa iya aku bisa beribadah dengan benar? Apa iya aku bisa bersosial dan menghargai orang lain dengan baik?

Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah. Aku bersyukur jika baru sekarang mampu berhijrah, aku bersyukur bahwa akhirnya aku bisa terbangun dari lelap yang panjang untuk memahami agama ini. Karena aku yakin, masing-masing individu memiliki proses. Aku dan kalian pun begitu. Entah kita lslam karena keturunan atau Islam karena baru mengenal (mualaf) yang penting jangan pernah menyerah.

Jakarta, 19 September 2017 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Pinterest

Saturday School Session 2
Jika anak Adam meninggal, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.

(HR Muslim: 1631)
***

Siang itu Jakarta seperti terkena tumpahan panasnya neraka saudara. Dan jikalau kita memiliki begejibun agenda di luar pastilah kita akan merasa ogah-ogahan tak bersemangat. Hal itu pun tak luput dari kelemahan saya. Namun saya tetap berusaha melawan setan dan tetap datang ke lokasi Acara Potluck Ke 2 anak-anak BAPER untuk agenda Saturday School Session 2.

Team of Saturday School Session 2
Team of Saturday School Session 2

Jika saudara belum tahu apa itu Saturday School bisa stalking ke www.akuanakbaper.org saja ya. Saturday School Session 2 ini mungkin banyak hal yang baru. Tempat belajar, object yang diambil, tema dan konsep belajarnya.

Selain itu bagi saya sendiri Saturday School 2 merupakan kesempatan awal lagi untuk saya untuk menjadi pribadi yang berakhlak lebih baik dari sebelumnya. Jika di Saturday School 1 belum maksimal dan totalitas, mungkin saat ini adalah kesempatan untuk bisa totalitas. Mungkin sedikit memaksakan diri, namun apalah kita jika kita tidak mau memaksakan diri untuk hal yang baik. Toh dunia ini cuma tempat persinggahan sementara saja.

Alhamdulillah di Saturday School 2 ini, saya diamanahi menjadi Wakil Kepala Sekolah, hal ini adalah kesempatan yang Allah berikan kepada saya untuk belajar sebelum nantinya nanti Allah meridhai saya untuk memiliki sekolah sendiri. Cita-cita terbesar saya adalah mempunyai Yayasan (Nithairas Foundation) yang saya sendiri akan mengelolanya, mengawasinya dan memastikan bahwa yayasan ini berjalan sesuai dengan syariat islam (insyaallah).

Berbekal mimpi itu, semoga proses belajar dan mengumpulkan bekalnya Allah mudahkan. Allah kuatkan saya pada setiap ujiannya. "Ujian terberat seorang hamba adalah berperang dengan diri sendiri", dan semoga saya tak akan pernah kalah dengan diri saya sendiri.

Jakarta, 17 September 2017 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: BAPER Team


Kontak Adara Relief Internasional

Sesugguhnya hartamu bukan harta yang engkau simpan, melainkan harta yang engkau sedekahkan untuk orang lain.

Kenikmatan yang hakiki adalah ketika mampu membuat orang lain tersenyum, mereka tak lagi terpasung dengan kesulitannya.

Seperti yang kita tahu, konflik Palestina tidak akan pernah berhenti kecuali dunia ini akan segera berakhir. Lantas apa yang kita bisa lakukan?

Saya mengajak teman-teman semua untuk berdonasi melalui Adara Relief Internasional. Melalui Rekening di bawah ini:


Bank Muamalat : 3090002717
Bank Mandiri : 0700005658799
Bank Muamalat (Gerakan Koin) : 3090006360


 
Jakarta, Selasa 12 September 2017
www.anitasarisukardi.com
[image source: Adara Relief International, Anita Sari Sukardi]