Anita Sari Sukardi

"Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap ada di bumi."
(Penggalan QS. Ar Ra'd : 17)



Adab Memahami Ilmu

0
Ilmu
***

#SerialBaca
Ilmu bukanlah diukur dengan seberapa "rajin" seseorang menghadiri majelis ilmu (tanpa menafikan wajibnya menuntut ilmu & menghadiri majelis ilmu) atau seberapa banyak orang memanggilnya "ustadz".
Tetapi ilmu adalah sejauh mana rasa TAKUT seseorang kepada Allah. Yang dengan rasa takutnya itu ia akan senantiasa melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Yang dengan rasa takutnya itu ia akan senantiasa menjaga relung-relung hatinya dari sifat ujub, sombong, hasad, dusta dan berbagai penyakit hati lain yang dapat membinasakannya.

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Ilmu itu bukanlah banyaknya (hafalan) riwayat, melainkan rasa takut (kepada Allah).” (Al Fawa’id, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah).

ORANG YANG TAKUT KEPADA ALLAH, itulah ORANG YANG BERILMU, yang dengan ilmunya menyampaikan RASA TAKUT KEPADA ALLAH.

Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya yang TAKUT KEPADA ALLAH di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama (orang yang berilmu).” (QS. Fathir: 28).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menjelaskan: “Maknanya adalah, tidak ada yang merasa takut kepada-Nya kecuali SEORANG YANG BERILMU. Ini artinya, Allah memberitakan bahwa SETIAP ORANG YANG TAKUT KEPADA ALLAH maka ITULAH ORANG YANG BERILMU.”


Bandung, 2016 | ©www.anitasarisukardi.com
Material Source : Al-Iman, takhrij Syaikh Al-Albani rahimahullah
Image Source : Unkown