Anita Sari Sukardi

"Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap ada di bumi."
(Penggalan QS. Ar Ra'd : 17)



71 Indonesia ke Puncak Monas Jakarta!

0

71 Indonesia | Kerja Nyata
Syahdu memang, memandangmu tak pernah ku merasa lelah. Meski raga ini terkoyak. Apa yang aku bisa lakukan untukmu duhai negeriku?
***

Dulu saat pertama kali kakiku menginjakkan ibu kota ini sempat bibir berkata ingin rasanya untuk memandang kota ini dari puncak, Monas. Dan akan pernah ku sangka bisikan itu menjadi kenyataan sekarang.

Setelah dhuhur aku berangkat dari kosan (Setia Budi) menuju ke kawasan Monas, sesampainya di sana sejenak aku menikmati rimbunnya pohon-pohon, kicauan burung kecil ditemani sebuah buku sembari menanti kedatangan seorang kawan. Setelah dia tiba, kami segera bergegas menuju Monas.

Sayang seribu sayang, ternyata kami kehabisan tiket untuk kesempatan menuju Puncak Monas, dan loket akan dibuka kembali pada pukul 07.00 PM. Kami pun tak kehabisan cara untuk menanti. Kami mulai melangkahkan kami menuju halte bus Wisata Jakarta yang disediakan oleh pemerintah Jakarta secara gratis.

Setelah magrib, kami mulai mengantri untuk mendapatkan tiket masuk menuju puncak. Taukah kalian ternyata demi mendapatkan tiket itu kami harus bersabar dan bertekat penuh. Antrian loket sudah mirip dengan ular tangga, kebayang bukan betapa lamanya. Kalau bukan karena niat yang lurus dan tekat yang serius, barang kali mimpi ke Puncak Monas hanyalah sebuah angan-angan.

Monas

Dari Puncak Monas, kita dapat memamdang hamparan luas Ibu Kota Indonesia. Jalanan yang hampir setiap hari ku lalui sepulang kantor, gedung-gedung yang tak pernah lelah membuatku selalu ingin mondongak ke atas, tempat ibadah yang selalu menentramkan hatiku. Ah, hanya sebuah kata syukur yang hanya mampu menggambarkan perasaan ini, cinta kepada negeri ini.

Puncak Monas
Berdasarkan pengalaman saya, barangkali hal-hal berikut bisa menjadi referensi untuk Menuju Puncak Monas:
  1. Jam operasi terdapat dua sesi, yaitu pagi sampai jam 16.00 dan jam 19.00-22.00 WIB.
  2. Ada batasan tiket yang dijual untuk menuju Puncak Monas, dari perjalanan saya hanya dibuka 500 tiket.
  3. Antrian pasti panjang, dan akan sangat membosankan. Bunuh waktu membosankan dengan membaca buku, atau berdiskusi dengan orang.
  4. Nah jika kalian sudah merencanakan ingin ke puncak siang hari namun sudah kehabisan tiket (Seperti Saya), barang kali anda bisa membeli tiket untuk ke Museum sembari menunggu Loket jam malam dibuka. Jangan khawatir untuk sholat, karena di dalam Museum terdapat tempat untuk sholat.
  5. Jangan lupa mampir ke Warung Es Krim di samping Masjid Istiqlal Jakarta untuk menyempurnakan nikmat liburan.

Monas - Jakarta, 17 Agustus 2016 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Personal Album