Anita Sari Sukardi

"Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap ada di bumi."
(Penggalan QS. Ar Ra'd : 17)



#RIYANITAWEDDING

Hati ini saling terpaut tanpa pernah mengerti
Cukuplah Allah dan Rasul menjadi muara cinta kami
Semoga akad mengikat kami dalam keberkahan dan kebaikan
Sakinah ma waddah wa rahmah senantiasa bersama dan menjaga kami
Surga menjadi pelabuhan terakhir kami

Riyan & Anita

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah pemilik semesta alam. Alhamdulillah Boyolali, 10 Maret 2018 saya telah resmi menjadi istri Nurindriyan Bintang Pamungkas. Tak ada kata lain yg bisa mendiskripsikan perasaan saya kecuali Alhamdulillah.

Perjalanan kami terhitung amat panjang. Singkat ceritanya ada di postingan #riyanitawedding Hehehe. Detailnya rahasia dong. Jangan terlalu kepo ye, karna masing-masing manusia punya cerita hidupnya sendiri tergantung bagaimana ia membuatnya bahagia.

So then, saya di khitbah 17 Desember 2017 dan 10 Maret 2018 saya menikah. Singkat ya waktunya. Lalu bagaimana persiapannya?

Mungkin dari sekian banyak calon pengantin, saya termasuk 10 persen yang mengalami sindrom penurunan berat badan yang drastis. Kalau yang lain biasanya baju nikahan menjadi sesak, berbeda dengan saya yang baju nikahan semakin melebar. Yah saya sukses turun 7kg mejelang 1 bulan pernikahan. Sisanya? Jangan tanya, karena takut semakin menurun saya tidak menimbang berat badan saudaraaa.

Lalu kalian pasti bertanya-tanya, how? how? how? Jangan tanya saya, karna saya juga tidak tahu. Saya nyaris tiap hari makan di jam krusial (10pm or lebih) malah. Lalu? Kalau dari segi analisis sih sepertinya fikiran. Apa yang saya fikirkan? Entahlah.

Nah lanjut, dari persiapan waktu yang begitu singkat itu banyak suka-duka nya memang. Saya ini anaknya ga bisa diem, penuh imajinasi, kreatif jadilah konsep acara pernikahan ini saya rancang sendiri dan usahakan sendiri dari A-Z. 

Undangan, baju pernikahan, mahar dan seserahan, dekorasi tambahan acara, buku tamu, souvenir tamu undangan, souvenir anak yatim, dan lain-lain adalah buah karya saya pribadi (ide dan pembuatannya).

Keberkahan adalah tujuan yang saya inginkan, maka pernikahan ini diusung dengan sederhana namun berkesan (Simple makes perfect). 

Akad, waktu itu saya entah kenapa saya ingin menikah di Masjid Ageng Boyolali. Masjid ini tergolong masjid paling besar di Boyolali yang baru di bangun beberapa dekade lalu.halaman masjid yang super duper besar membuat saya makin terpesona dengan masjid ini. Masjid ini milik pemerintah kabupaten. Awalnya saya merasa hopeless bisa akad di sana. Namun alhamdulillah dengan pertolongan Allah, abah saya berhasil membooking masjid itu untuk akad pernikahan kami.

Masjid Ageng Boyolali

Selanjutnya konsep syukuran, waktu itu saya hanya ingin setelah akad hanya mengadakan syukuran ala kadarnya (makan-makan di restoran atau di resto saja) dan mengundang beberapa anak yatim. Lalu acaranya tidak perlu ribet-ribet sehingga tidak merepotkan banyak orang. Alhamdulillah rencana ini didukung oleh abah, abah setuju dengan konsep yang begini. Abah yang memberikan pilihan tempat kepada saya, dan kemudian saya langsung terpesona dengan tempat nikah yang begitu njawani, klasik nan elegan. Pas banget dengan keinginan saya. Lalu untuk menu makanannya abah yang menentukan.

Printilan lain semisal perias, musik, dekor tempat pada akhirnya saya mengikuti vendor pilihan abah, agar tak lebih banyak drama yang terjadi tentunya. Vendor yang kami pilih adalah vendor yang dulu pernah menjadi perias pernikahan kakak saya pada tahun 2003. 

Syukur yang tak terkira adalah ketika vendor-vendor ini paham betul maksud saya. Haha. Dalam segi rias, mungkin saya termasuk ribet namun alhamdulillah vendor (aka mba yudit) saya maklum. Untuk video dan photo kami saat itu pasrah saja sama mba yudit. Dan datanglah mas leo dan tim-nya yang super duper kece. 

Pernikahan ini sangat berarti buat saya, saya sangat merasa special. Meskipun terbilang pernikahan yang diadakan jauh sekali dengan pernikahan kakakku (super mewah dan megah), yang berhasil membuat tak cuma satu dua anggota dari keluarga besar yang menangis, cibiran beberapa kluarga tetangga yang pasti ada. Tapi yang pasti adalah abahlah yang menikahkanku secara langsung kepada mas, abah yang menghantarkanku sendiri ke pintu pernikahan ini.

Jika suatu ketika aku tak sanggup berdiri dengan tegak, aku akan mengingat bahwa aku adalah anak paling beruntung yang abah sendirilah yang menikahkanku dengan calon suami yang aku pilih karena Allah, akhlak, agama, dan ibunya.

*Memories*

Undangan Pernikahan #riyanitawedding


Mahar Box

Seperangkat Alat Solat - Seserahan

Souvenir Tamu Undangan

Souvenir 1 - Anak Yatim

Gaun Pernikahan Anita Sari Sukardi

Prosesi Akad Nikah

#riyanitawedding

#riyanitawedding

Acara Melepas Balon Untuk Seru-seruan Bersama

Jakarta, 28 Maret 2018 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Personal Album