Anita Sari Sukardi

"Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap ada di bumi."
(Penggalan QS. Ar Ra'd : 17)



Agar Bekerja Bernilai Ibadah

0
Beberapa waktu lalu saya mengikuti acara "Family Gathering" kantor. Setelah beberapa kali tidak bisa mengikuti beberapa acara kantor, akhirnya pada kesempatan ini bisa bergabung juga. Gathering diadakan di Sari Ater Bandung, tidak jauh memang tapi cukup menjadi hiburan bagi kami para pegawai.

Seperti biasanya acara terdiri dari team building, sharing malam, hiburan, dan permainan. Kali ini saya tidak begitu in mengikuti acara terutama yang berkaitan dengan banyak gerak. Maklum sedang berbadan dua. Bedanya tahun ini suami saya yang aktif mengikuti beberapa acara.

Malam hari sesi sharing malam, direktur memberikan sepatah dua kata yang menurut saya cukup bagus. Beliau menjelaskan beberapa hal tentang waktu. Yah ternyata memang begitu singkat, ketika kita hidup dengan kontrak beberapa tahun maka kontrak itu akan selesai pada waktunya. Lalu yang tersisa hanyalah penyesalan, karena kurang maksimalnya detik-detik berlalu.

Sebagian besar dari kita pasti menghabiskan waktu untuk bekerja, lantas bagaimana agar "bekerja" tidak berlalu begitu saja? Bagaimana agar bekerja bernilai ibadah? sehingga kita tidak merugi di kemudian hari.

Agar bekerja bernilai ibadah
  1. Niat karena Allah dan pelaksanaannya harus berlandaskan keimanan dan sesuai tuntunan.
  2. Berkerja dengan sungguh-sungguh dan profesional.
  3. Bekerja dengan jujur dan bertanggung jawab.
  4. Menjunjung tinggi etika dan moral.
  5. Tidak melalaikan diri dari ibadah wajib kepada Allah.
  6. Di sisa waktu (ketika selesai bekerja dan masuk waktu tidur) maka laksanakan adab-adab ketika hendak tidur.
“Dan Katakanlah, ‘Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan di kembalikan kepada ( Allah ) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakannya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”
(Q.S. At-Taubah: 105)

Bandung, 6 November 2018 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Google