Anita Sari Sukardi

"Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap ada di bumi."
(Penggalan QS. Ar Ra'd : 17)



Mengetahui Proses Perkembangan Jiwa Sosial Anak Umur 0 - 2 tahun

Perkembangan Jiwa Sosial Anak

Saat ini kita cenderung sulit menemukan pribadi anak-anak yang tanggap akan lingkungan sekitar. Anak-anak cenderung gadget-able atau individualis. Mereka hanya tertarik dengan apa yang terjadi dengan diri mereka sendiri. Lantas siapa yang salah?

***
Ternyata jiwa sosial pada anak terbentuk sejak ia dalam fase timangan atau menyusui. Jika kita tepat memberikan pendidikan sosial kepada anak sejak saat itu, maka jiwa sosial akan melekat di dalam hati anak seumur hidup. Lalu bagaimanakah proses perkembangan jiwa sosial pada anak? Bagaimana indikasinya? Let's check this out;
  1. Usia 3 - 5 bulan
  2. Anak akan mulai nyaman dengan keberadaan orang lain. Ia akan menangis ketika ditinggal sendirian.

  3. Usia 6 - 7 bulan
  4. Anak akan mulai dapat membedakan suara orang marah dan suara orang yang mengajaknya bermain.

  5. Usia 8 - 9 bulan
  6. Anak mulai meniru hal-hal sederhana dari orang lain.

  7. Usia 11 - 12 bulan
  8. Anak mulai berhenti melakukan sesuatu jika dilarang oleh orang dewasa.

  9. Usia 18 - 20 bulan
  10. Anak mulai memperlihatkan sikap membangkang.

  11. Usia 20 - 24 bulan
  12. Perhatian anak akan mulai beralih dari mainan ke teman-temannya.

Demikian proses perkembangan jiwa sosial anak umur 0 - 2 tahun. Semoga bermanfaat. Salam sehat, salam semangat dan jangan lupa senyum.


Jakarta, 4 April 2018 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Google Album

Pendidikan Anak Berdasarkan Fitrahnya

Pendidikan Anak Berbasis Fitrah
Allah merancang fitrah pada diri manusia, pada alam semesta dan pada kehidupan, lalu meletakkan di atasnya sistem hidup yang selaras dengan fitrah.
***

Setiap manusia yang Allah ciptakan di dunia ini pasti ada tujuannya. Tiap manusia memiliki perannya masing-masing. Maka dalam setiap keadaan yang menghadirkan manusia, maka Allah menetapkan Alasan kehadiran manusia tersebut.

Lalu bagaimana cara kita mengetahui peran kita atau anak kita dalam kehidupan?

Di pendidikan islam, mengenal adanya pendidikan berdasarkan fitrah. Fitrah di sini adalah kondisi konstitusi dan karakter yang dipersiapkan untuk menerima Agama. Fitrah dibagi menjadi dua fundamental. Pertama adalah fitrah munazalah (adab) yaitu adab yang diturunkan atau ditanamkan. Kedua adalah fitrah ghazirah yaitu fitrah yang dilahirkan dan diturunkan.

Konsentrasi Pendidikan Islam

Fitrah tidak berbicara skill dan knoledge, fitrah berbicara bagaimana cara menggairahkan konsep-konsep yang telah ditetapkan Allah pada manusia.

Fitrah itu antara lain sebagai berikut:
  1. Fitrah Keimanan atau Bertuhan
  2. Fitrah Pembelajar ( Belajar dan Nalar)
  3. Fitrah Bakat dan Kepemimpinan
  4. Fitrah Estetika dan Bahasa
  5. Fitrah Perkembangan
  6. Fitrah Individualis dan Sosialis
  7. Fitrah Jasmani ( Fisik dan Sehat)
  8. Fitrah Seksualitas dan Cinta
Fitrah Personal

Penerapan pendidikan berdasarkan fitrah antara lain sebagai berikut:
  1. 0 - 6 tahun (Penguatan Konsepsi)
  2. Pendidikan pada umur ini dicontohkan oleh pendidikan yang dialami rasullullah. Ketika umur 0 - 6 tahun pendidikan berkonsepsi alam. Pendidikan ini melalui imaji positif dan kecintaan di keluarga. Sehingga fokus pendidikan pada umur ini antara lain; tarbiyah langsung dengan alam, lingkungan yang hanif, kasih sayang orang tua, bangun cinta (akidah), kenali sifat unik anak, mengenalkan konsepsi gender anak.

  3. 7 - 10 tahun (Penyadaran Potensi)
  4. Fokus pendidikan pada umur ini adalah menumbuhkan dan menyadarkan fitrah sebagai potensi melalui interaksi dan aktifitas di lingkungan. Pendidikan di umur ini; mengajarkan ketertiban dan ketaatan, penguatan konsepsi gender yang dia sudah tahu perannya di masa mendatang akan menjadi seorang ibu/ayah. Anak-anak bisa diberikan dua pembimbing yaitu murabbi untuk imannya dan maestro untuk bakatnya. Tujuannya untuk mendapatkan keteladanan yang baru.

  5. 11 - 14 tahun (Pengujian Existensi)
  6. Fokus pendidikan pada umur ini adalah menguatkan dan menguji fitrah sebagai eksistensi peran. Contoh penerapan pendidikan ini adalah jadikan anak sebagai partner bisnis kita, anak pada umur 14 tahun sudah harus mandiri dan tanggung jawab. Selain itu contoh pendidikan pada umur ini adalah ajarkan anak untuk jadi perantau, bisa dilakukan dengan menyekolahkan anak di tempat yang jauh. 

Bandung, 17 Desember 2018 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Google Source

Tanda Bahaya Kehamilan

Tanda Bahaya Kehamilan

Halo bunda semuanya. Apa kabar nih? Semoga sehat semua ya. Oh iya nih, memasuki kehamilan 32 minggu kemarin saya sudah mulai ikutan kelas senam hamil. Beberapa ibu-ibu hamil mungkin beranggapan bahwa senam hamil tidak penting, namun berbeda dengan saya. Menurut saya senam hamil/prenatal yoga penting. Untuk apa? Untuk menyiapkan diri sebelum proses kelahiran. Ibaratnya nih ya, jika kita hendak ujian pasti kita akan belajar mati-matian untuk ujian itu agar lulus ujian bukan? Nah begitu pula dengan kelahiran sang buah hati. Intinya sih kita harus menyiapkan segala sesuatu baik fisik maupun mental.

Nah saya ikut senam hamil di RS. Borromeus Bandung. Di pertemuan ke dua ini banyak sekali yang saya pelajari. Selain latihan nafas, posisi melahirkan, cara mengejan kami juga mendapatkan materi tanda-tanda bahaya kehamilan. Ternyata sebagai calon ibu dan calon kita harus banget waspada. Sayangnya suami awak tidak ikut. Jadi ya beliau ga full menerima ilmunya, paling share-an dari saya saja.

Di antara tanda-tanda bahaya kehamilan itu antara lain sebagai berikut;
  1. Sakit kepala yang hebat
  2. Sakit kepala ini terjadinya lama, dan tidak sembuh ketika kita sudah mencoba beristirahat. Hal ini memungkinkan akan terjadinya preklamsi.

  3. Penglihatan kabur
  4. Seperti pingsan, pandangan mata menjadi kabur. Hal ini memungkinkan akan terjadinya preklamsi.

  5. Bengkak di wajah dan jari-jari tangan
  6. Wajah dan jari tangan mengalami pembengkaan. Hal ini memungkinkan akan terjadinya preklamsi.

  7. Gerakan janin tidak terasa
  8. Normalnya bayi yang ada di perut akan bergerak minimal 10 gerakan dalam 12 jam. Jika lebih banyak gerakan maka lebih bagus.

  9. Nyeri perut yang hebat
  10. Nyeri perut yang hebat berbeda dengan kondisi kontraksi palsu, nyeri perut yang hebat ini terjadi lama (tidak kunjung membaik). Berbeda dengan kontraksi palsu, jika ibu mengalami kontraksi palsu sakit perut yang dirasakan tidak terlalu lama dan perut tidak menegang lama.

  11. Pendarahan pervagina
  12. Keluarnya darah setelah usia 28 minggu. Hal ini biasa disebut antepartum.

  13. Keluar cairan pervagina
  14. Keluarnya cairan atau ketuban pecah/rembes patut di waspadai. Bedanya cairan ketuban yang keluar dengan keputihan adalah jika keputihan cairan agak kental dan sedikit berbau. Namun jika cairan ketuban cairan seperti air berwarna bisa bening, putih, kuning, kehijauan dan berbau anyir. Untuk memastikan lebih lanjut bisa dicek menggunakan kertas lakmus.
Demikian sharing pengalaman kali ini, jika calon ibu mengalami beberapa kondisi di atas sebaiknya lekas berkonsultasi ke tenaga medis (dokter, puskesmas, rumah sakit) jangan sampai menunda. semoga bermanfaat.

Bandung, 16 Desember 2018 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Google Source

Hal-Hal Yang Disia-siakan Dalam Hidup

Sia-sia

Agak tricky memang membicarakan hal-hal yang sia-sia dalam hidup. Satu atau beberapa orang mengerti namun kebanyakan darinya tidak tahu harus bagaimana. Banyak hal yang terpikirkan, namun hanya berputar-putar saja ditempat.

***

Belakangan ini aku membuka-buka lembaran catatan harian yang dari dulu aku tulis. Miris rasanya, karena ternyata banyak hal yang begitu saja terlewat. Ah. Mungkin ini saatnya bangkit dari keterpurukan diri sendiri, atau aku akan menyesal selamanya.

Dari catatan yang aku tulis, ada satu bagian yang menjelaskan poin-poin hal-hal yang sering disia-siakan oleh manusia. Sayangnya aku tidak menulis sumbernya. Maafkan. 

Hal-hal yang sering disia-siakan itu antara lain sebagai berikut:
  1. Bertemu dengan orang berilmu tetapi tidak ditanyai.
  2. Ilmu tidak diamalkan.
  3. Pendapat benar, namun tidak diterima.
  4. Senjata yang tidak digunakan.
  5. Masjid yang tidak ditegakkan sholat di dalamnya.
  6. Quran yang tidak dibaca.
  7. Harta yang tidak diinfakkan.
  8. Kendaraan yang tidak dipakai.
  9. Ilmu kezuhudan bagi pecinta dunia.
  10. Usia panjang tidak menambah bekal di akhirat.
Belajarlah sehebat mungkin, seperti Allah tidak akan membantu jika anda tidak pandai, tapi berdoalah sekhusyuk mungkin seperti semua kepandaian anda tidak ada gunanya.

Bandung, 14 Desember 2018 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Google Source

Buku Anak Islami Gratis (Free Download)

Free ebook untuk anak-anak
***

Dear mom and all of the reader. Jadi ceritanya saya ingin membeli buku-buku untuk anak saya, sayangnya harga buku-buku untuk anak-anak mahal-mahal. Malah harga buku untuk anak-anak dibilang lebih mahal dibanding buku lain yang untuk seumuran remaja ke atas.

Beranjak dari situlah saya ingin berbagi ebook yang saya miliki dengan warga net sekalian. Insyaallah ebook yang saya punyai ini halal untuk disebar luaskan.

DOWNLOAD EBOOK ANAK



Bandung, 4 Desember 2018 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Google


Muslim Planner 2019

Muslim Planner 2019

"Cara terbaik yang bisa kita lakukan untuk memprediksi masa depan adalah dengan menciptakannya", kutipan dari Stephen Covey.
***
 Alhamdulillah 2019 akan segera datang. Setelah tahun ini mungkin kita belum maksimal dan banyak hal yang terlewat so mari kita siapkan 2019 sebaik mungkin dari sekarang. Mari menyusun target-target di 2019 dan secara kontinyu serta disiplin menjalankan program-program yang sudah dibuat.

Muslim planner yang saya share ini adalah modifikasi muslim planner 2018 yang saya edit tanpa menghilangkan identitas owner asli. Tujuannya adalah untuk berbagi kepada siapa pun sehingga bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menjadi pribadi yang lebih baik.






Bandung, 4 Desember 2018 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Google