Anita Sari Sukardi

"Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap ada di bumi."
(Penggalan QS. Ar Ra'd : 17)



Tanda Bahaya Kehamilan

0
Tanda Bahaya Kehamilan

Halo bunda semuanya. Apa kabar nih? Semoga sehat semua ya. Oh iya nih, memasuki kehamilan 32 minggu kemarin saya sudah mulai ikutan kelas senam hamil. Beberapa ibu-ibu hamil mungkin beranggapan bahwa senam hamil tidak penting, namun berbeda dengan saya. Menurut saya senam hamil/prenatal yoga penting. Untuk apa? Untuk menyiapkan diri sebelum proses kelahiran. Ibaratnya nih ya, jika kita hendak ujian pasti kita akan belajar mati-matian untuk ujian itu agar lulus ujian bukan? Nah begitu pula dengan kelahiran sang buah hati. Intinya sih kita harus menyiapkan segala sesuatu baik fisik maupun mental.

Nah saya ikut senam hamil di RS. Borromeus Bandung. Di pertemuan ke dua ini banyak sekali yang saya pelajari. Selain latihan nafas, posisi melahirkan, cara mengejan kami juga mendapatkan materi tanda-tanda bahaya kehamilan. Ternyata sebagai calon ibu dan calon kita harus banget waspada. Sayangnya suami awak tidak ikut. Jadi ya beliau ga full menerima ilmunya, paling share-an dari saya saja.

Di antara tanda-tanda bahaya kehamilan itu antara lain sebagai berikut;
  1. Sakit kepala yang hebat
  2. Sakit kepala ini terjadinya lama, dan tidak sembuh ketika kita sudah mencoba beristirahat. Hal ini memungkinkan akan terjadinya preklamsi.

  3. Penglihatan kabur
  4. Seperti pingsan, pandangan mata menjadi kabur. Hal ini memungkinkan akan terjadinya preklamsi.

  5. Bengkak di wajah dan jari-jari tangan
  6. Wajah dan jari tangan mengalami pembengkaan. Hal ini memungkinkan akan terjadinya preklamsi.

  7. Gerakan janin tidak terasa
  8. Normalnya bayi yang ada di perut akan bergerak minimal 10 gerakan dalam 12 jam. Jika lebih banyak gerakan maka lebih bagus.

  9. Nyeri perut yang hebat
  10. Nyeri perut yang hebat berbeda dengan kondisi kontraksi palsu, nyeri perut yang hebat ini terjadi lama (tidak kunjung membaik). Berbeda dengan kontraksi palsu, jika ibu mengalami kontraksi palsu sakit perut yang dirasakan tidak terlalu lama dan perut tidak menegang lama.

  11. Pendarahan pervagina
  12. Keluarnya darah setelah usia 28 minggu. Hal ini biasa disebut antepartum.

  13. Keluar cairan pervagina
  14. Keluarnya cairan atau ketuban pecah/rembes patut di waspadai. Bedanya cairan ketuban yang keluar dengan keputihan adalah jika keputihan cairan agak kental dan sedikit berbau. Namun jika cairan ketuban cairan seperti air berwarna bisa bening, putih, kuning, kehijauan dan berbau anyir. Untuk memastikan lebih lanjut bisa dicek menggunakan kertas lakmus.
Demikian sharing pengalaman kali ini, jika calon ibu mengalami beberapa kondisi di atas sebaiknya lekas berkonsultasi ke tenaga medis (dokter, puskesmas, rumah sakit) jangan sampai menunda. semoga bermanfaat.

Bandung, 16 Desember 2018 | ©www.anitasarisukardi.com
Image Source: Google Source